PUSKAOLANDA MERILIS HASIL SURVEI OPINI PUBLIK KOTA AMBON TENTANG ELEKTABILITAS PASANGAN CALON PADA PILKADA KOTA AMBON TAHUN 2017

IMG_20170204_112429 IMG_20170204_112932

Pendahuluan

  1. Survei dilaksanakan pada tanggal 9 sd 20 Januari 2017
  2. Survei menggunakan 974 responden dengan Margin of error 3,13%
  3. Survei dilakukan dengan tatap muka menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur
  4. Survei menggunakan teknik sampling “Multistage Random Sampling” dengan level of confidence
    95%.
  5. Sampel yang terpilih adalah yang memiliki hak suara dan terdaftar pada DPT Pilkada Kota Ambon.
  6. Survei di biayai oleh Pusat Pengkajian, Pengolahan dan Analisis Data. Jurusan Matematika FMIPA.
  7. Enumerator adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah Statistika Dasar, Metode Statistika, Metode Survei Sampel dan Analisis Multivariat. Dan diberi pembekalan khusus oleh pengelola survei.
  8. Analisis dan Interpretasi oleh Tim Pusat Pengkajian
  9. Pusat Pengkajian tidak terafiliasi dengan parpol maupun kandidat.

Indikator yang diukur

  1. Tingkat partisipasi masyarakat (pemilih) yang akan terlibat dalam Pilkada Kota Ambon 2017
  2. Tingkat Stabilitas pemilih untuk tetap berpegang pada pilihannya (tidak merubah pilihan)
  3. Tingkat Influence Terhadap Politik Uang dan Versusnya
  4. Tingkat persepei pemilih terhadap kebiasaan “tim sukses dan kandidat”
  5. Pemilih pemula dan pilihan pada kandidat
  6. Gender dan pilihan pada kandidat
  7. Argumentasi afiliasi pada pilihan kandidat
  8. Tingkat elektabilitas jika pemilihan dilaksanakan pada saat survei.

Hasil Berdasarkan Indikator

  1. Tingkat Partisipasi Masyarakat

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 95,79% responden menyatakan akan berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya, pada pilkada Kota Ambon 15 Februari 2017, 0,82% responden tidak akan menggunakan hak pilihnya dan sebanyak 3,39% responden masih ragu-ragu untuk ikut berpatisipasi.  Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

GBR SURVEY1

  1. Tingkat Stabilitas pemilih untuk tetap berpegang pada pilihannya (tidak merubah pilihan Partisipasi Masyarakat

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 57,19% responden akan tetap pada pilihannya walaupun diberi iming-iming, sedangkan sisanya 42,81% akan berubah pilihan (tidak stabil) jika diberi pengaruh atau iming-iming. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei2

 

  1. Tingkat Influence Terhadap Politik Uang dan Versusnya

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 16,12% responden akan merubah pilihan jika diberi uang (pengaruh money politik), 26,69% ragu-ragu dan sisanya 57,19% tidak akan terpengaruh jika diberi uang atau sembako. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei3

  1. Tingkat persepei pemilih terhadap kebiasaan “tim sukses dan kandidat”

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 68,89% responden tidak setuju dengan kebiasaan calon yang memberikan uang maupun sembako kepada masyarakat, sedangkan sisanya 31,11% responden setuju dengan hal tersebut. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei4

  1. Pemilih pemula dan pilihan pada kandidat

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 42,75% pemilih pemula memilih pasangan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (Paparisa Baru), dan 39,13% pemilih pemula memilih pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina (Pantas), sedangkan sisanya 18,12% pemilih pemula belum menentukan pilihan. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei5

  1. Gender dan pilihan pada kandidat

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. Jumlah responden laki-laki yang digunakan dalam survei ini sebanyak 51,33% dan responden perempuan sebanyak 48,67%. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei6

Berdasarkan Grafik, terlihat bahwa 38% responden laki-laki memilih pasangan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (Paparisa Baru), dan sebanyak 45,2% responden laki-laki memilih pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina (Pantas), sedangkan sisanya 16,8% responden laki-laki belum menentukan pilihan.

Sebanyak 42,62% responden perempuan memilih pasangan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (Paparisa Baru), dan sebanyak 36,29% responden perempuan memilih pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina (Pantas), sedangkan sisanya 21,10% responden perempuan belum menentukan pilihan.

  1. Argumentasi afiliasi pada pilihan kandidat

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. 60,57% responden memilih karena program kerja (Visi-Misi) dari calon tersebut, 16,02% responden memilih karena sosok/figur dari calon tersebut, 21,36% tidak memiliki argumen, dan  2,05% memilih calon tersebut karena ikut-ikutan. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei7

  1. Tingkat elektabilitas jika pemilihan dilaksanakan pada saat survei.

Dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2017 dengan sampel 974 responden. Pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina (Pantas) unggul dengan elektabilitas sebesar 40,86%, sedangkan pasangan Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (Paparisa Baru) dengan elektabilitas sebesar 40,25% dan sisanya 18,89% responden belum menentukan pilihan. Hasilnya disajikan dalam grafik sebagai berikut :

survei8

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *